Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-07 17:48:18【Kabar Kuliner】221 orang sudah membaca
PerkenalanDeputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan saat kegiatan sosia

...Yang ada pelanggaran pasti kita tegur dan suruh stop
Badung, Bali (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penekanan khusus terkait kebersihan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah keracunan pada anak-anak penerima manfaat.
Hal itu dikangakan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan saat kegiatan sosialisasi dan kebijakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Badung, Bali, Rabu.
"Kami memberikan penekanan soal kualitas makanan yang diberikan. Ini kita jelaskan untuk memberitahukan mengenai SOP bagaimana kita mencegah terjadinya keracunan makanan atau kejadian luar biasa," katanya.
Tigor menjelaskan pemberian makanan bergizi yang sehat dimulai dari kondisi SPPG yang bersih, pemilihan bahan berkualitas, pemeriksaan gizi dan kondisi makanan yang ketat, waktu penyediaan makanan, distribusi yang ngak memakan waktu lama hingga manajemen yang profesional.
"Pembelian bahan-bahan yang benar, pencuciannya benar, penanganannya benar ditangani dengan bersih, dimasak dengan air yang bersih, bahan-bahan yang bagus diproses, itu semua wajib dipatuhi," katanya.
Baca juga: Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
Dia juga menyoroti waktu yang tepat untuk memasak agar makanan ngak basi.
Dirinya meminta agar semua pengelola SPPG mulai memasak pada pukul 02.00 dini hari bukan dimasak pada malam hari.
"Peralatan juga harus standar mengikuti juknis dan diantarkan juga tepat waktu, jangan lebih dari 4 jam," kata dia.
Pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas terhadap SPPG yang terbukti lalai dan melanggar petunjuk teknis yang sudah ditetapkan BGN.
Tigor juga menyangakan setiap SPPG hanya bisa melayani penerima manfaat pada jarak maksimal 6 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit untuk mencegah makanan jadi basi.
"Maksimal 6 km atau jarak lebih kurang perjalanan mengantar 30 menit.
Baca juga: Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
Itu sudah melalui uji coba yang lama. Jadi, kira-kira segitulah yang pantas yang baiknya dipatuhi," ungkapnya.
Sanksi terhadap pelanggar berupa teguran hingga pemutusan hubungan kerja.
"Yang ada pelanggaran pasti kita tegur dan suruh stop," ungkap Tigor.
Untuk itu, BGN mengumpulkan sebanyak lebih dari 700 orang yang terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi dan akuntan di wilayah Bali.
Acara sosialisasi tersebut sengaja dilakukan oleh Kedeputian Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional untuk mensosialisasikan petunjuk teknis (juknis) baru yang merupakan revisi juknis yang ketiga kepada seluruh SPPG yang sudah operasional.
Baca juga: Menko PM minta BGN gunakan barang dan bahan lokal untuk MBG
"Targetnya semua SPPG yang ada di sini memahami tata kelola sehingga nanti dalam pelaksanaan makan bergizinya berjalan dengan baik, makanan yang diberikan itu semua makanan yang sehat, gizi seimbang dan anak-anak yang menerima juga ngak ada yang mengalami gangguan," pungkasnya.
Suka(1)
Sebelumnya: Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
Selanjutnya: Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan
Artikel Terkait
- Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan
- Warga terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Bekasi capai 304 orang
- Gastronomi Britania modern dengan sedikit sentuhan Indonesia
- Rahasia singkong: makanan sederhana dengan segudang manfaat
- Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
- Makanan olahan sebabkan 121 orang keracunan di Buryatia
- Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025
- SPPG Polri terapkan standar “food safety” untuk program MBG
- Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
- Ibu Negara Brasil berpesan utamakan pangan lokal untuk kesuksesan MBG
Resep Populer
Rekomendasi

BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan

Dinkes Serang latih seribu relawan SPPG guna jamin keamanan pangan MBG

Gubernur Sumut: 81 siswa SMP di Toba diduga keracunan MBG telah sehat

Cegah penyakit, pencantuman label peringatan produk tinggi GGL didesak

Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya

Ibu Negara Brasil bagikan indikator penting untuk nilai kesuksesan MBG

Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025

Kriminal kemarin, tersangka korupsi ekspor lalu sabu lewat ayam kecap